click here for check us

Selasa, 10 April 2012

Arus Kemunafikan


Teriris kalbu tuk sejenak
Menutupi senyuman yang tak mungkin teruraikan
Pudar semua bintang
Terbawa arus kemunafikan

Perseteruan antara langit dan awan
Memercikan sebuah lautan
Di belakang dedaunan
Kau mungkin tak seperti yang ku pandang

Raib seluruh cahaya
Terjebak panorama kesesatan dalam kemusnahan
Yang merapuhkan pucuk kejora

Ku mungkin hanyalah
Sebuah benalu bagi ketiadaanmu
Terdetik hunusan dosa antara sentuhan dan hembusan
Terjebakku dalam rayuanmu
Tergelincirku dalam indahmu

Namun bukan kemunafikan yang terpendam
Melainkan hanya senyuman
Yang tiada menghentikanku
Walaupun sepercik tetes air mata
Meludahi nisanku yang telah terbelah…



Tidak ada komentar:

Posting Komentar