Teriris
kalbu tuk sejenak
Menutupi
senyuman yang tak mungkin teruraikan
Pudar semua
bintang
Terbawa
arus kemunafikan
Perseteruan
antara langit dan awan
Memercikan
sebuah lautan
Di belakang
dedaunan
Kau mungkin
tak seperti yang ku pandang
Raib seluruh
cahaya
Terjebak
panorama kesesatan dalam kemusnahan
Yang merapuhkan
pucuk kejora
Ku mungkin
hanyalah
Sebuah
benalu bagi ketiadaanmu
Terdetik
hunusan dosa antara sentuhan dan hembusan
Terjebakku
dalam rayuanmu
Tergelincirku
dalam indahmu
Namun bukan
kemunafikan yang terpendam
Melainkan
hanya senyuman
Yang tiada
menghentikanku
Walaupun
sepercik tetes air mata
Meludahi
nisanku yang telah terbelah…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar